Efek Domino Problematika Laki-laki untuk Nikah

November 30, 2007

Mimpi dalam Pernikahan

Bukan karena tuntutan moral, agama atau kaidah apa pun: Laki-laki pada umumnya akan merasa siap untuk nikah, hanya apabila ia telah memiliki “pekerjaan tetap”, atau paling tidak ia merasa yakin bahwa ia mampu mendapatkan uang dengan “cara apa pun” dari usaha yang ia lakukan. Kalau ia (laki-laki) memaksakan diri untuk nikah, mungkin karena desakan usia, hasrat, orang tua atau apa pun… ia akan mengalami persoalan finansial dan psikologis yang tidak bisa dianggap kecil dan remeh. Hal yang secara psikologis sering menjadi masalah adalah sikap tidak PeDe ketika menghadapi istrinya. dan itu, merupakan awal dari bencana dan kehancuran dari sebuah mahligai rumah tangga.

Berbeda dengan umunya kondisi perempuan dalam memandang (dalam konteks tradisi) sebuah pernikahan. Ia (perempuan) tidak terlalu dibebani oleh kemestian untuk memiliki “pekerjaan tetap”, karena dalam menjalani kehidupan perkawinan, keperluan finansial seorang perempuan (istri) cenderung bersandar pada laki-laki (suami). Dan kalau pun perempuan (sang istri) memliki pekerjaan tetap atau penghasilan, belum tentu penghasilannya tersebut menjadi tulang punggung dalam membiayai kehidupan sehari-hari rumah tangganya, kecuali (mungkin) bila dalam keadaan yang sangat khusus.

Konon… menurut kabar yang sulit dipercaya, kabar dari burung gagak hitam yang dipelihara para dukun, menyebutkan bahwa jumlah perbandingan antara Laki-laki dan Perempuan bila dibulatkan, kurang lebih 1:2 (satu laki-laki berbanding dua perempuan). Tapi aku belum mendapat info maupun isu yang valid, perbandingan antara laki-laki usia nikah dengan perempuan usia nikah (yang belum nikah tentunya)…

Andai saja… ini mah ber-andai-andai….. (kalau ada yang mau membuktikannya dengan penelitian yang serius ya silahkan saja….) Berandai-andai, secara statistik, perbandingan antara laki-laki dan perempuan usia nikah yang belum nikah, itu pun adalah 1:2, maka hitungan statistik itu pun harus dihitung dan mempertimbangkan kesiapan laki-laki untuk nikah dari sisi kesiapan finansialnya (sudah memiliki pekerjaan tetap).

Melihat kondisi ketenagakerjaan dan kondisi ekonomi di Indoesnia sekarang, tampaknya masih bisa dipertanggungjawabkan, bila diandaikan bahwa laki-laki yang siap nikah (dalam perspektif finansial) kurang lebih 50% (1:2).

Anadai saja, perkiraan itu mendekati kebenaran, maka perbandingan antara laki-laki dan perempuan usia nikah menjadi 1:4 (satu laki-laki berbanding empat perempuan). Laki-laki tidak bisa (tidak berani) nikah karena merasa belum sanggup menghadapi resiko finansial dari sebuah pernikahan, sedangkan perempuan kesulitan tuk mendapat pasangan (laki-laki) yang siap menikahinya….

Sulit dibayangkan efek-domino dari persoalan tersebut. Apa yang akan terjadi dengan dunia ini…??

1. Apa kira-kira yang akan dilakukan laki-laki usia nikah yang belum siap nikah karena terganjal oleh persoalan finansial? Dan apa pula yang hadir dalam benaknya?
2. Apa kira-kira yang akan dilakukan perempuan yang tidak mendapat kesempatan tuk mendapat pasangan hidup karena jumlah laki-laki yang siap nikah sedemikian “sedikit” (langka). Dan apa pula yang hadir dalam benaknya?
3. Apa yang akan dilakukan oleh laki-laki yang telah memiliki satu istri, dan apa yang hidup dalam benaknya?
4. Apa kira-kira yang akan dilakukan perempuan (istri) yang mendapat kesempatan mendapat pasangan hidupnya? Dan apa pula yang hadir dalam benaknya?

Masih terdapat persoalan dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Tapi cukup itu saja dulu, kalau ditambah lagi nanti malah semakin menambah masalah, bukannya menyelesaikan masalah..!

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://gibson.blogsome.com/2007/11/30/efek-domino-problematika-laki-laki-untuk-nikah/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.